Install this webapp on your device: tap and then Add to homescreen.

Perkantas Newsletter

Oktober-November 2020

Shalom,

Barangkali tidak banyak yang menduga, bahwa pandemi akan berlangsung begitu lama, apalagi kita berada di era modern dengan berbagai rujukan penanggulangan dari hasil evaluasi terhadap pandemi-pandemi sebelumnya. Beberapa tokoh dan ahli bahkan sudah meramalkan, bahwa kehidupan “normal” sebagaimana sebelum pandemi takkan pernah kembali.

Hal yang sama bisa jadi berlaku pula bagi pelayanan. Para pengurus dan aktivis pelayanan, baik di gereja, sekolah, kantor, maupun kampus, sebaiknya mulai memikirkan pola dan strategi pelayanan dengan mengandaikan bahwa pandemi masih berlangsung setidaknya hingga sepanjang tahun depan. Yang jelas, mendalami seluk-beluk pelayanan digital menjadi satu hal yang tak bisa ditinggal.

Di tahun 2012, Nassim Nicholas Taleb memperkenalkan konsep unik dalam bukunya yang berjudul “Antifragile: Things That Gain from Disorder.” Ia berargumen, bahwa lawan kata dari “rapuh” tidak pernah sungguh-sungguh ada, sehingga perlu digagas sebuah kosakata baru, yakni “antirapuh”. Taleb mengambil contoh dari Hydra, ular berkepala banyak dalam mitologi Yunani, yang apabila satu kepalanya terpotong, maka akan tumbuh dua kepala sebagai gantinya. Inilah yang disebutnya sebagai lawan kata dari “rapuh”, yakni sifat yang bukan hanya bertahan terhadap goncangan atau tekanan, melainkan juga bertambah kuat.

Oleh pemeliharaan Bapa, penebusan Kristus, dan penyertaan Roh Kudus, kiranya setiap kita dimampukan untuk menjadi pribadi dan persekutuan yang “antirapuh” di tengah kesesakan dan tekanan akibat pandemi. Kiranya kita menjadi orang-orang yang mengandalkan TUHAN, yang akan mendapat kekuatan baru, yang seperti burung rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya, dan yang berlari dan tidak menjadi lelah, serta berjalan dan tidak menjadi lesu. Amin.

~Redaksi~

Lebih dari Pahlawan

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
(Amsal 16:32)



Dalam dunia balap sepeda, nama Lance Armstrong tadinya adalah legenda. Bagaimana tidak, ia menjuarai "Tour de France", sebuah perhelatan balap sepeda paling bergengsi di dunia, selama tujuh kali berturut-turut (1998-2005). Namun demikian, di kemudian hari terungkap, bahwa ternyata ia menggunakan obat-obatan yang dilarang untuk menggenjot staminanya. Alhasil, ketujuh gelar itu dirampas darinya, dan ia juga harus mengembalikan uang bonus yang diterimanya. Dalam penampilannya di Oprah Show, Armstrong mengakui bahwa kisah suksesnya hanyalah sebuah kebohongan yang besar, oleh karena ambisi dan dorongan untuk mendapatkan hasil yang ia inginkan.

Sebuah artikel di Forbes.com menjuluki Lance Armstrong sebagai "fallen hero", alias "pahlawan yang tumbang". Penulis artikel tersebut memberikan komentar yang menggambarkan kemanusiaan kita, "Adalah mudah untuk melakukan hal yang benar ketika itu tidak merugikan atau menimbulkan ketidaknyamanan secara signifikan." Ketaatan memang mudah dilakukan ketika tidak ada yang dipertaruhkan, dan inilah yang menyebabkan banyak "pahlawan" seperti Lance Armstrong bertumbangan.

Pahlawan Israel, Daud bin Isai, juga tak luput dari kejatuhan ini, yakni ketika ia begitu menginginkan tubuh Batsyeba, berzinah dengannya, dan berkonspirasi untuk memastikan kematian suaminya. Raja Daud bahkan tak sanggup untuk menahan diri dari fantasi kenikmatan seksualnya dengan wanita yang bukan isterinya--bahkan ia takkan kehilangan apapun yang signifikan apabila memilih untuk taat! Ironisnya, justru di dalam kesesakan ketika dikejar-kejar oleh Saul, Daud menunjukkan kesabaran yang luar biasa untuk tidak membunuh Si Raja dan merebut tahta, meski memiliki momen-momen yang seolah-olah--meminjam istilah Prof. Yohanes Surya--mestakung (semesta mendukung). Ketika dikejar-kejar, Daud terbukti sabar; namun, ketika di istana, ia tak sanggup menguasai dirinya.

Jika orang-orang hebat itu tak sanggup menahan diri dan jatuh tergelincir dalam dosa, lantas bagaimana dengan kita? Puji syukur kepada Allah, kita memiliki Imam Besar yang menanggung segala kelemahan kita, yang telah memberikan teladan ketaatan bagi kita. Selain Yesus Kristus, tak ada yang kehilangan sesuatu yang signifikan oleh karena ketaatannya. Tak ada teriakan kehilangan yang lebih pilu daripada teriakan Anak Manusia di Golgota, "Eli, Eli, lama sabakhtani?"

Bagaimana dengan kita? Di tengah-tengah kondisi yang tak menentu ini, apakah kita akan tetap sabar bertahan dalam ketaatan? Sebaliknya, di dalam kondisi yang nyaman, akankah kita tetap dapat menguasai diri? Apakah kita sanggup melepaskan segala kenyamanan dan keamanan hidup kita demi ketaatan kita kepada firman Tuhan? Atau jangan-jangan, kita berupaya untuk "menambah sehasta saja pada jalan hidup" karena merasa jawaban doa tak kunjung tiba? Kiranya kita disanggupkan oleh Roh-Nya untuk menjadi anak-anak Tuhan yang lebih dari pahlawan, dan lebih dari perebut kota.

Amin.

___________
Dituliskan oleh Philip Ayus, Staf Divisi Media Perkantas. Dapatkan artikel renungan lainnya di perkantas.net

Vlog Perkantas: Ada Apa dengan Omnibus Law?

UU Cipta Kerja yang sering disebut sebagai "omnibus law" karena merevisi atau menghapus beberapa aturan perundangan sekaligus sempat menjadi "bola panas" di Indonesia. Bagaimana seharusnya kita bersikap? Simak wawancara host "Banyol", Remi, dengan Yu Un Oppusunggu, SH, LLM, PhD, dosen FH UI yang salah satu spesialisasinya adalah hukum antar tata hukum.

Sintas: Menjaga Kesehatan secara Holistik

Di masa pandemi, mobilitas kita terbatas, dan mungkin makin banyak tuntutan dan tekanan. Mau tidak mau, kita harus mulai beradaptasi dan berdamai dengan kondisi yang baru. Ikuti perbincangan host "Sintas", dr. Monica Gisela Winata, dengan para profesional medis dalam Talkshow, “Menjaga Kesehatan secara Holistik di Masa Pandemi.”

Silva Magdalena: Dipulihkan dari Luka Masa Lalu

Tuhan memberikan pemulihan melalui perjumpaan dengan komunitas persekutuan dan KTB yang mendukung dan menguatkan. 

Kalbar: Penyertaan Ilahi di Tengah Pandemi

Meski di tengah pandemi, Tuhan senantiasa menyertai pelayanan siswa, mahasiswa, dan alumni di Kalimantan Barat.

AWG: Seeking God's Wisdom For Navigating and Enriching Life

Graduate Center Perkantas kembali mengundang alumni untuk menikmati retret AWG melalui YouTube dan Zoom.

Info Pelayanan

Pelantikan BPC Jakarta Periode 2020-2022

Ketua: Kawas Rolant Tarigan, S.Mn.
Sekretaris: Christopher Salangka, S.T., M.Eng.
Bendahara: Duma Lestari Siboro, S.Psi.
Anggota:
Daniel Ginting, S.H., LL.M.
Nikolaus Dachi, S.Si.
Dra. Strelitsia Tiurma Ida
Ratna S.D. Hutabarat, S.Kom., Gr.Dipl. In Business 

Info Keluarga

Pernikahan

1. Febry Ramos S. & Riama Natalia P. (Staf BPP Banten) pada tanggal 17 Oktober 2020.
2. Matthew Kalempouw & Anastasia N. Waas (Staf BPC Bali) pada tanggal 30 Oktober 2020.
3. Abdiel Sagala dan Agnes Marpaung (anak dari Pdt. Mangapul Sagala, Staf BPC Jakarta) pada tanggal 30 Oktober 2020.

Kiranya kedua mempelai menjadi pasangan suami-isteri yang mencerminkan relasi kasih dan ketundukan antara Kristus dan jemaat.


Berita Duka

Telah dipanggil ke pangkuan Bapa di sorga,

1. Johan Noya, ayahanda dari Claudia Noya (Staf BPC Maluku), pada tanggal 30 September 2020
2. Kilay Manuel, ayahanda dari Stevanie Kilay (Staf BPC Jawa Timur), pada tanggal 7 Oktober 2020
3. Susana Lindah, isteri Taruno Gunawan (Pengurus BPR Banyuwangi), pada tanggal 30 Oktober 2020

Kiranya Allah Sang Sumber Damai Sejahtera senantiasa melimpahkan penguatan dan penghiburan bagi segenap keluarga yang ditinggalkan.

Ulang Tahun November

01 Agung D. Rachman
03 Judika Malau
06 M.Sabarudin Napitupulu
06 Manghirim Tobing
07 Wahidin Wardiman
07 Togu Manurung
09 Bowo Trihutomo
10 Pinondang Simanjuntak
10 Robinson Pangaribuan
11 Santa Lina
14 Emi Tariyono S
14 Harsono Rusli
15 Tomi Jacob Randan
16 Partogi Samosir
17 Budiman santoso
19 Maria Kristiani Napitupulu
19 Victor Susi Mantiri
19 Liana P. Wirija
20 Widodo
21 Lukas Budiman
23 Poltak L.Tobing
25 Jeni Putri T
28 John Suwahjo
28 Jos Sudarto Jahja
29 Temmy Anita
30 Djaja Sianto 

Dukung Pelayanan Perkantas

Puji Tuhan untuk pelayanan Perkantas yang senantiasa dipeliharaNya melalui dukungan dari para sahabat. Kemajuan teknologi finansial kini mempermudah sahabat Perkantas dalam memberikan dukungan untuk pelayanan Perkantas. Salah satunya, melalui aplikasi e-wallet atau dompet digital, seperti m-BCA, OCTO Mobile CIMB NiagaGo-Pay, OVO, DANA, ShopeePay, atau LinkAja. Cukup pindai (scan) QR Code di samping dengan aplikasi dompet digital Anda, isi nominal, tulis pesan, dan konfirmasi.

Dukungan terhadap pelayanan Perkantas (Kantor Nasional, PMdN, GC, kepanitiaan, dsb.) juga dapat disampaikan melalui kanal-kanal finansial lain, seperti transfer bank, kartu debit/kredit, internet banking, dan convenient store.

Ikuti pelayanan Perkantas melalui media sosial:

© 2020 Perkantas